www.ummi-online.com
TipsMamah.com - Usia balita atau prasekolah banyak perilaku anak yang membuat pusing. Tenang aja mah, sebenarnya ini adalah tahap kemampuannya yang sedang berkembang. Menurut May Yustika Sari, M.Psi, orangtua harus mengetahui tahap perkembangan anak di usia ini dan membantu mencari solusinya. Perilaku balita yang perlu segera ditangani adalah sikap penakut.
Penyebab
Penyebab
Sering kali tanpa disadari, orang tua menakut-nakuti anak akan sesuatu. Mah perlu diperhatikan bahwa ini akan mengurangi potensi anak untuk belajar melakukan eksplorasi ataupun menghadapi situasi. Anak yang penakut ke depannya menjadi kurang memiliki motivasi berprestasi, kurang berani mengambil keputusan, dan kurang memiliki inisiatif.
Saat berusia 3-4 tahun anak menunjukkan perilaku penakut karena lingkungannya yang menanamkan rasa takut atau bahkan memberikan label penakut, serta membiasakan anak untuk merasa nyaman dengan rasa takut tersebut. Contoh saat ada serangga maka secara tidak sadar anak akan mengembangkan rasa takut karena doktrin tersebut.
Baca Juga : 4 Bahan Alami Putihkan Gigi
Menghadapinya
Amatilah perilaku anak saat takut dan cari tahu info tentang objek apa yang ia takuti serta hal buruk apa yang ada dipikiran anak tentang objek itu. Misal saat ia takut ia meremas tangan, memejamkan mata, menarik diri, atau menangis. Ingat mah, jangan menyepelekannya dengan mengatakan
Mengatasinya
Mengatasinya
Untuk mengatasinya, cobalah untuk melakukan ini :
- Berilah penjelasan dengan mengoreksi pemikiran anak tentang objek yang membuatnya takut.
- Latihlah anak unutk mengendalikan takut, seperti dengan mengatur napas. Jangan lupa juga memotivasinya bahwa ia bisa menghadapi situasi tersebut.
- Dampingilah anak saat menghadapi objek menakutkan itu dan kurangilah pendampingan secara bertahap.
- Jadilah contoh yang baik dalam menghadapi situasi seperti itu.
- Berilah apresiasi atas usaha yang dilakukan sekalipun kecil dan terus memberinya semangat.
- Jangan
Saat anak mengalami ketakutan, mamah sebaiknya jangan melakukan :
- Memberikan rasa nyaman terus menerus, seperti pelukan.
- Menertawakan ketakutan anak
- Menyepelekan ketakutan anak dengan mengatakan "masa gitu aja takut"
- Jika itu mamah lakukan maka anak akan merasa rendah diri.

Komentar yang baik adalah komentar yang cerdas dan berkualitas.
EmoticonEmoticon