Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Cara Mengatur Tidur Bayi

Hai Bunda mau tau kan cara menjaga kesehatan anak khususnya yang masih berumur dibawah 1 tahun. Nah bunda untuk menjaga kesehatan anak juga harus dilihat dari mengatur tidur sang anak dan menjaga pola makan agar tetap seimbang. Bunda pasti tidak asing lagi kan sama yang namanya begadang kalo punya new born, new born 0-2 bulan butuh tidur 16 jam sehari, tidur siang 7,5 jam dan malam 8,5 jam. 

Untuk mengatur jam tidur anak sebaiknya kita harus memperkenalkan perbedaan siang dan malam saat baby usia 1 bulan, karena dasarnya bayi tidak bisa bedain siang dan malam jadi semua jadwal harus kita yang memperkenalkan. Siang biasanya bayi lebih nyenyak tidur jadi saran aku siang pake celana popok biar kalo pipis bangun, dan biasakan tidur di tempat yang terang biar bayi tahu kalo itu siang. Jangan lupa bunda buat nyusuin bayi tiap 2 jam sekali dan ajak main. Kalo mau tidur malem pakein diapers biar bobonya nyenyak, sambil dipijitin dan di susuin sampe kenyang lalu lampu kamar dimatikan dan di ganti lampu tidur aja.

Bayi tidur


Kalo bayi tengah malam bangun buat nyusu itu wajar kok bunda apalagi ASI pasti cepat lapar, tapi yang tidak boleh dibiasakan, tengah malam ngajak main, nah kalo baby ajak main didiemin aja dan kasih tau “bobo ya nak, ini bukan jam main”, kalo baby pup atau pipis diganti diapernya pelan-pelan jangan berisik dan lampunya tidak usah terlalu terang. Jangan lupa juga bunda buat bacain surat-surat pendek dan do’a sebelum tidur buat baby. Yang penting intinya harus sabar bunda dan konsisten sama jam tidur, jangan di ubah-ubah supaya berhasil inshaa Allah kalo dikenalin dan kita buat jadwal, baby pun bisa terbiasa dengan jam tidur.

Bunda selain mengatur jam tidur anak, kita juga harus memperhatikan makan bayi 6 bulan (MPASI). Agar kebutuhan gizi si kecil terpenuhi, orang tua harus memperhatikan waktu untuk memberi makan, frekuensi, porsi atau jumlah, jenis dan pemilihan bahan makanan. Tentu saja pemberian MPASI atau makanan pendamping ASI mesti dilakukan secara bertahap, disesuaikan denga tingkat usia bayi. Dimulai dari menu makanan bayi 6 bulan yang bertekstur lunak, misalnya seperti bubur susu, kemudian bubur saring, makanan bertekstur lembek seperti bubur biasa, kemudian nasi tim, hingga makanan padat seperti nasi biasa. Anak berusia dibawah 1 tahun sebaiknya tidak perlu menambahkan gula dan juga garam pada makanannya. Memberi tambahan gula dan garam dapat membuat si anak craving atau semacam keinginan terus menerus dengan konsumsi makanan manis ataupun asin yang nantinya berdampak tidak baik pada kesehatan. 

Bunda pemberian MPASI sangat berguna untuk menstimulasi tumbuhnya gigi bayi dan melatih berbagai motorik si kecil di usia 6 bulan, yaitu seperti memegang makanan sendiri. Untuk tahap pertama , menu makan bayi sebaiknya diberikan diberikan makanan yang lunak ataupun cair misalnya bubur susu dan juga biskuit. Bubur susu bisa dibuat dari tepung beras yang telah dicampurkan dengan ASI. Boleh diselingi dengan tepung beras merah, kacang hijau ataupun labu kuning. Berikan makanan dalam jumlah sedikit, kemudia secara bertahap tambah kekentalan dan tambah juga jumlahnya. Kenalkan menu makanan bayi 6 bulan ini satu demi satu pada si kecil, hindari dicampur. Tunggu dulu beberapa hari untuk kemudian mengenalkan menu bayi 6 bulan lainnya. Ini dilakukan untuk melihat kemungkinan bayi elergi terhadap makanan tersebut atau tidak bunda.

Kemudian bayi dapat diberikan beberapa macam buah-buahan seperti buah pisang raja, pisang ambon, labu, jeruk dan pepaya. Pilihlah buah yang baik dan juga tidak bergetah untuk menghindari bayi terkena diare. Buatlah jus dengan mencampurkan susu atau buah yang dapat dikonsumsi sebanyak dua sendok makan dalam sekali makan dan dalam dua kali sehari. Ssetelah si kecil mengenal rasa buah, kemudian tambahkan bubur susu. Berilah bayi satu kali buah lumat dan kemudia satu kali bubur susu. Apabila bayi tidak mau makan hindarilah memaksa, tapi cobalah bujuk sehingga baby kembali mau makan ataupun tunda d waktu yang lain saat bayi merasa lapar.

Kemudian saat usianya hampir/telah memasuki 7 bulan, mulailah memberikan bubur saring. Pilihlah bahan makanan yang menjadi sumber karbohidrat, misalnya seperti beras, kentang, kacang hijau, makroni, ataupun roti. Kemudian dilengkapi protein hewani ataupun nabati serta sayuran. Protein hewani bisa didapatkan dari kuning telur. Campurkan bahan-bahan tersebut, kemudian di blender agar halus atau bisa juga di ulek di atas saringan. Untuk tahapan awal, berikan dulu 2 sendok makan dalam sekali makan untuk 2 hingga 3 kali sehari. Selanjutnya bisa ditingkatkan jumlahnya hingga setidaknya 7 sendok makan. Nah bunda itu merupakan tips mengatur tidur bayi dan pola makan bayi 6 bulan, semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat bunda yaaa 

Read More

Hindari Mengatakan “Anak Nakal”, Berakibat Fatal


Tipsmamah.com - Menjadikan anak tumbuh dengan pribadi yang baik adalah keinginan setiap orang tua. Sehingga orang tua sering mendisipkan anak dengan keterpaksaan dengan dalih supaya terbiasa. Membentuk kebiasaan yang baik pada si kecil tidak selalu harus dimulai dengan memaksa. Perlunya pendekatan ramah agar anak melakukannya karena kesadaran.

Elliyati Bahri sebagai Konselor dan Parental Coach, menghimbau pada semua orang tua untuk menggunakan bahasa yang lebih ramah dan persuasif pada anak. Hal ini disampaikan pada acara Milad Partai Keadian Sejahtera (PKS) ke-18 oleh Dewan Pimpinan Daerah PKS Kabupaten Semarang, di gedung PIKK, Tuntang, Kabupaten Semarang.

Perlu disadari bahwa anak-anak kita adalah calon pemimpin di masa yang akan datang. Sehingga dalam mengasuh orang tua tidak bisa sembarangan, pertimbangkanlah psikologi anak. Contoh saat waktu mandi biasanya orang tua mengatakan ayo mandi, dengan suara yang keras dan memerintah. Hal tersebut dapat menggores harga diri si anak dan tak jarang itu akan berimbas pada pola tingkahnya ketika terjun ke masyarakat nanti.

Elli mengajak para orang tua untuk meninggalkan cara lama tersebut. Cobalah mengubahnya menjadi kalimat yang lebih ramah. Misal ketika si anak ada PR, cobalah mengajaknya menyelesaikannya dengan “Setelah mengerjakan PR, ibu buatkan jus atau minuman coklat?” Anak akan mengambil salah satu pilihan dengan tetap mengerjakan PRnya, tambahkan pula nasihat bahwa hal tersebut adalah kewajibannya.  


Elli mengatakan bahwa kunci dari pendidikan anak ialah komunikasi. Dengan menggunakan kalimat atau kasar kepada anak maka perkembangan jiwanya cenderung kerdil (kurang percaya diri dan mengelola diri). Jadi sebagai orang tua kita harus berhati-hati lagi dalam berucap dan tak jarang anak juga akan meniru di kemudian hari.


Read More

Tips Parenting Dalam Memahami Sifat Anak


Tipsmamah.com - Setiap manusia memiliki sifat dan karakter yang berbeda satu sama lain. Dalam pembentukan diri seseorang ada 2 hal yang paling berpengaruh yaitu genetik dan lingkungan. Lingkungan pertama yang anak temui adalah keluarga oleh karena itu sebagai orang tua kita tidak bisa sembarangan dalam menentukan pola asuh anak. Seharusnya pola asuh kita tentukan bukan hanya berdasarkan keinginan diri, lihatlah juga karakter si anak.

Sering kali karena keinginan pribadi orang tua, anak menjadi dipaksa. Biarkan anak mengeksplor diri dan mampu mengenali diri sendiri. Sehingga pada saat dewasa nanti, anak sudah tidak bingung lagi mencari jati diri dan kesuksesan lebih mudah untuk diraih. Dr. Sam Goldstein, seorang psikolog anak dan penulis dari buku Raising Risilient Children menjelaskan bahwa sebagai orang tua, kita harus menghargai kemampuan serta tempramen si anak.

Tempramen maupun kemampuan anak sangat dipengaruhi oleh perlindungan yang diberikan orang tua. Memang menjadi hal yang sulit bagi setiap orang tua untuk membiarkan anak dalam mengeksplor diri. Hal tersebut wajar karena kekhawatiran tetapi itu semua demi kebaikan si anak. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memahami sifat anak.

Mengenal lebih jauh dunia parenting
Mengasuh anak memang menjadi suatu fase yang pasti dilalui hampir banyak orang. Namun ini bukan berarti kita hanya bisa belajar dari pola parenting orang tua kita dulu. Kita juga harus membuka diri untuk wawasan mengasuh lebih lebar. Sebab setiap sifat anak yang berbeda maka penanganannya pun berbeda.

Bijaksana terhadap kesempatan
Orang tua umumnya berkeinginan supaya si anak mengalami hidup yang lebih baik dibandingkan dirinya. Sehingga sering kali berujung pada larangan dan perlindungan yang berlebihan. Cobalah biarkan anak mengambil keputusan sendiri namun tetaplah untuk mengawasi. Hal itu akan memacu kreatifitas dan inovasi dalam menghadapi persoalan. Dr.Goldstein juga mengungkapkan bahwa ada beberapa anak yang membutuhkan waktu dan kesalahan untuk menjadi percaya diri.


Kompak dengan pasangan
Segala tindakan maupun sifat orang tua bisa ditiru oleh si anak. Jika anak disalahkan karena menirunya maka cenderung memunculkan konfilk batin anak. Mereka mencari pembelaan (walaupun itu hanya dalam hati dan pikiran) seperti orang tuaku juga begitu. Oleh karena itu, Anda dan pasangan harus menyamakan visi misi dalam merawat anak, jadi orang tua terlihat 1 di mata anak. Hubungan yang harmonis tersebut akan memberikan pola pikir dan tata emosi yang baik untuk anak.

Ikut berubah menjadi lebih baik
Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya untuk menjadi yang terbaik. Untuk itu, Anda juga harus berubah menjadi lebih baik dan tidak lelah dalam belajar serta berbenah diri. Sebab anak yang baik akan lahir dari orang tua yang berpola pikir yang baik pula.

Baca juga : Tips Mengoptimalkan Pertumbuhan Anak Ala Falla Adinda

Itulah beberapa tips parenting yang bisa diberikan, semoga bermanfaat^^
Read More

Ajak Sarapan Maka Si Kecil Akan Berprestasi


Tipsmamah.com - Setiap hari kita beraktifitas sehingga membutuhkan tenaga untuk melakukannya. Karena itulah kita selalu disarankan untuk memulai hari dengan sarapan. Perlu diketahui bahwa sarapan menjadi sumber utama energi dalam menjalani aktifitas. Dengan sarapan, tubuh akan mendapat pasokan energi dan metabolisme pun akan berjalan lancar.

Sarapan juga mempengaruhi fokus kita dalam menyerap informasi. Tak heran banyak ilmuwan yang menyarankan ibu-ibu agar mengajak anaknya untuk sarapan sebelum ke sekolah. Sebab dari penelitian yang telah dilakukan sarapan ternyata dapat mempengaruhi pencapaian prestasi di sekolah. Sarapan dengan gizi yang tepat juga akan berpengaruh. 

Anak yang sarapan dengan gizi lengkap akan memiliki prestasi yang lebih baik sampai dengan 4,5 kali dibandingkan anak yang sarapan dengan gizi asal-asalan. Bukan hanya berkaitan dengan prestasi, mereka juga tidak akan mudah sakit. Sebab daya tahan tubuhnya tetap terjaga dengan baik. 

Di Indonesia telah dilakukan survei, hasilnya ternyata 44,6% putra bangsa mengonsumsi sarapan dengan gizi yang tidak lengkap. Seharusnya fakta yang ada ini menyadarkan para ibu untuk benar-benar memperhatikan makanan saat sarapan. Jangan sampai anak selalu diberi makanan kemarin yang dipanaskan sampai 3 kali. Begitu pentingnya sarapan untuk aktifitas harian anak Anda. Mulai sekarang berikanlah makanan yang berkualitas dan masih segar.

Fakta lain juga menyebutkan bahwa asupan sarapan memberikan asupan energi dalam tubuh sampai 20 sampai 25%. Persentase yang besar bukan? Energi tersebut akan sangat mendukung aktifitas harian si buah hati. Anak juga akan terhindar dari kelebihan berat badan atau obesitas. 

Dengan membiasakan sarapan, anak menjadi tidak kelaparan yang berlebih sepanjang harinya. Sebab anak yang tidak sarapan cenderung akan mengonsumsi makanan lebih banyak pada siang dan malam harinya. Tidak hanya itu, anak yang tidak sarapan biasanya akan lebih menyenangi jajan. Seperti Anda ketahui bahwa hampir sebagian besar jajan sekarang tidak sehat. Nafsu makan tidak akan terkendali sehingga memungkinkan obesitas.

Jangan lupa menanamkan kepada anak untuk mengurangi jajanan di luar. Sebab banyak kandungan yang tidak baik bagi tubuh, seperti pengenyal dan pengawet. Kandungan seperti itu juga bisa menumpulkan otak dalam berpikir. Lebih baik Anda mulai membiasakan sarapan mulai dari sekarang sebelum terlambat. 

Rutinitas sarapan yang baik juga dapat membuat buang air besar buah hati menjadi lancar. Tak hanya itu, mereka pun akan terhindar dari rasa lemas, pusing, gangguan fokus, dan hipoglikemia. Banyak keuntungan yang didapatkan dengan membiasakan anak untuk sarapan. Mereka akan lebih mudah berkonsentrasi sehingga prestasi pun meningkat dan maksimal. 

Tugas sebagai ibu yang baik adalah menyiapkan sarapan dengan nutrisi maksimal. Sarapan sebaiknya mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin serta mineral. Protein diperlukan anak untuk tumbuh, karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi dalam beraktifitas, dan vitamin serta mineral diperlukan untuk membantu anak dalam pengembangan diri (prestasi, tubuh, dan softskill).
Anda bisa memberikan anak nasi, roti, mie, kentang untuk memenuhi kebutuhan karbohidratnya. Sedangkan untuk kebutuhan protein, Anda bisa memberikan telur, tempe, tahu, ikan, dan daging. Berikanlah sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Berbagai varian menu bisa disajikan sehingga anak semangat untuk sarapan. 

Read More

Hindari Makanan Ini Selama Menyusui


Tipsmamah.com - Menyusui adalah cara alami dan normal untuk memberikan nutrisi pada bayi dan balita. Menyusui sangat disarankan kepada ibu yang baru saja melahirkan buah hatinya, sebab kegiatan ini memiliki banyak manfaat yang baik untuk kesehatan. Menurut dr. Benny Soegianto MPH salah satu pengajar di akademi gizi Surabaya mangatakan bahwa ASI merupakan sumber imunitas tubuh pada bayi. 

Hal tersebut dikarenakan di dalam ASI terkandung sel darah putih dan antibodi yang berfungsi menangkal penyakit. Agar sang buah hati mendapat manfaat yang maksimal dari ASI, seorang ibu harus benar-benar memperhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Terdapat beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari:

Hindari Makanan Ini Selama Menyusui


Kafein
Mengkonsi kafein pada ibu hamil akan menyebabkan bayi sulit untuk tidur, karena tubuh bayi akan sulit untuk memproses kandungan kafein yang masuk bersama ASI.

Daun Peterseli 
Daun peterseli ataudaun mint ini akan mengurangi produksi ASI jika dikonsumsi secara berlebihan.

Buah Jeruk Asam
Pencernaan pada bayi masih belum berkembang dengan baik. Sejumlah kandungan dari buah jeruk dapat menyebabkan iritasi. Jika sang ibu mengkonsumsi buah jeruk secara berlebihan, bayi akan sering meludah, rewel hingga ruam popok (daper rash). Alternatif pengganti dari buah jeruk untuk memenuhi kebutuhan vitamin C pada ibu hamil adalah buah nanas atau buah mangga.
Bawang Putih
Bawang putih yang dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui dapat memberi pengaruh rasa pada ASI yang diproduksi. Sebab mulut bayi belum berkembang sempurna, sehingga sang bayi akan mencium aroma bawang yang tajam dan enggan untuk meminumnya.

Gandum 
Mengkosumsi gandum secara berlebihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut bayi. Alergi terhadap gluten dapat menyebkan tinja disertai dengan darah yang dikeluarkan oleh bayi.

Makanan Pedas
Makanan pedas seperi cabai, paprika dan kari tidak baik untuk kesehatan dan sistem pencernaan bayi. Untuk itu sebaiknya kurangi kurangi konsumsi terhadap makanan pedas.


Itulah beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari. Selamat menyusui moms. 

Read More

Tips Agar Anak Lebih Menyukai Buku Dari pada Gadget


Tipsmamah.com - Kemunculan gadget yang semakin menjadi-jadi memberikan dampak bagi perkembangan anak. Saat ini jaman semakin canggih yang dibuktikan dengan kepemilikan gadget setiap orang. Dampak bagi keberadaan buku juga semakin tersingkir. Semboyan buku sebagai jendela dunia mulai digantikan dengan kemunculan internet dan gadget.

Bagi generasi masa kini, internet lebih dikenal secara luas dibandingkan dengan buku. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi Anda orangtuanya. Hindarkan anak terlalu mencintai layar computer dan gadget. Mulailah membiasakan membaca buku sejak anak berusia kecil. Berikut adalah tips untuk Anda menumbuhkan kecintaan anak dengan buku.

Tips Agar Anak Lebih Menyukai Buku Dari pada Gadget


Cara pertama adalah dengan membiasakan membaca buku dirumah. Cara ini dapat Anda lakukan sejak anak berusia balita. Kebiasaan baik ini dapat Anda lakukan terlebih dahulu sehingga anak mengenal buku secara lebih cepat. Kebiasaan membaca buku yang Anda lakukan akan direkam secara baik di memori anak sehingga dapat pula dijadikan contoh. Lakukan dengan membacakan berbagai dongeng kesukaan anak sebelum tidur atau pada waktu luang. Cara ini efektif mengenalkan anak dengan berbagai macam buku.

Bila Anda menganggap membacakan buku secara berulang kali, ini tidak berlaku bagi anak. Anak akan menyukai mengulang sesuatu yang disukainya. Seperti halnya sebuah cerita dalam buku, bila anak menyukainya pasti akan meminta untuk mengulang-ulang membacakan buku tersebut. Setelah anak sudah cukup besar dan mulai belajar membaca, menemani membaca merupakan hal yang terbaik untuk memperhatikan tumbuh kembang anak. Cara kedua ini perlu Anda lakukan untuk memantau bacaan yang masuk kepada anak. Perlu diingat bacaan disetiap usia memiliki pembahasan yang berbeda dan perlu disesuaikan.

Baca juga : Awas Bahaya Tidur Dengan Ponsel Bagi Anak

Lakukan kegiatan bersama anak yang berhubungan dengan buku agar anak merasa senang. Hal ini juga akan melatih ketrampilan motorik dan kreativitas anak Anda. Terakhir Anda dapat menghubungkan cerita pada buku dengan kehidupan sehari-hari. Cerita pada buku juga memiliki berbagai pelajaran berharga yang dapat diterapkan di kehidupan nyata. Maka dari itu, Anda dapat membentuk karakter anak sesuai dengan buku.

Read More

Cara Cerdas Agar Anak Mudah Ingat


Tipsmamah.com - Pada masa perkembangan anak, terutama pada golden age banyak yang akan dipelajari dari liingkungan sekitarnya. Mulai dari orang tua yang melatih menghafal angka, huruf-huruf alphabet, mengenal nama anggota keluarga hingga mempelajari nama benda di sekitar. Untuk mendapatkan anak yang mudah mengingat perlu diberikan simulasi yang tepat.  Simulasi yang diberikan secara tepat akan berdampak baik bagi perkembangan daya ingat anak Anda.

Beberapa cara di bawah ini akan membantu Anda mendapatkan anak dengan kemampuan daya ingat yang cemerlang. Simak tips di bawah ini dengan seksama lalu terapkan untuk anak Anda.

Cara Cerdas Agar Anak Mudah Ingat


Perhatikan asupan nutrisi anak Anda
Nutrisi yang tepat sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak Anda kedepannya. Oleh sebab itu, nutrisi memegang peran penting bagi anak. Otak merupakan pusat dari semua sistem yang bekerja dalam tubuh. Sehingga para ahli kesehatan menyarankan kepada ibu hamil untuk teratur memberikan asupan kepada otak berupa nutrisi DHA. 

DHA dapat Anda berikan sejak anak di usia kandungan, balita hingga dewasa. Kandungan DHA adalah asam lemak omega3 tak jenuh ganda yang bermanfaat bagi anak. Asam lemak omega3 didapatkan secara alami dari minyak ikan dan beberapa jenis buah. Manfaatnya adalah untuk meningkatkan kemampuan mengingat anak Anda.

Bantuan dari suplemen mengandung DHA
Bila sekiranya makanan masih dirasa kurang, Anda dapat memberikan suplemen tambahan yang memiliki kandungan DHA seperti Scott’s Emulsion Original. Suplemen ini selain mengandung asam lemak omega3 juga mengandung vitamin A, vitamin D dan kalsium. Suplemen ini akan sangat cocok untuk diberikan pada anak Anda.

Baca juga : Tips Agar Anak Lebih Menyukai Buku Dari pada Gadget

Teknik mengafal yang tepat
Daya ingat setiap anak memiliki tingkatan yang berbeda. Namun,sewajarnya daya ingat pada anak usia 0-6 tahun sangatlah tinggi. Dengan kondisi ini, Anda sebagai orangtua dituntut untuk memberikan teknik yang sesuai dengan karakter anak. Anda bisa menggunakan teknik menghafal yang dipadukan antara tulisan dan gambar atau dengan bernyanyi. Ketiga cara tersebut dapat Anda terapkan kepada anak, lalu melihat cara mana yang paling tepat.

Read More